Kamis, 04 Oktober 2018

Naskah Video Pembelajaran


Naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik; fungsinya adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.

Definisi Naskah Video Pembelajaran 
Kata naskah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai karangan seseorang    yang belum diterbitkan (Pusat Bahasa, 2005). Dalam kaitan membahas naskah video pembelajaran,  naskah merupakan tulisan yang pada umumnya memang tidak diterbitkan dalam bentuk cetak,  kecuali sebagai contoh bahan pembelajaran cara menulis naskah. Naskah video adalah bahan baku    yang diolah menjadi sajian atau tayangan video.
Video menurut KBBI diartikan rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi (Pusat Bahasa, 2005).  Tentu bukan hal asing saat ini membicarakan video beserta teknologi perangkatnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat akhir-akhir ini memudahkan setiap orang untuk berekspresi menggunakan perekam gambar hidup. Jika dulu perangkat perekam gambar tersebut berbentuk kamera yang besar dan hanya dimiliki institusi tertentu, saat ini perekam gambar lebih kecil namun berkualitas tinggi dan hampir dimiliki setiap rumah (home using). 

 Fungsi Naskah
Naskah baik untuk video pembelajaran maupun naskah audio visual lainnya memiliki fungsi antara lain:
https://idseducation.com
  1. Memberi kemudahan dalam hal perencanaan, produksi/shooting, penyuntingan/editing, penyiaran dan pemanfaatan program. Karena semua tahapan kerja itu tanpa naskah pasti resikonya akan kacau, atau resiko lainnya semua kru yang terlibat tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
  2. Menjadi medium berpikir kreatif. Bagi penulis naskah terus akan berpikir atau mencari ide agar tulisan yang dibuatnya lebih menarik. Bagi sutradara akan berpikir kreatif bagaimana menata adegan, menata setting, dan menggambil gambar yang menarik. Bagi kru/kerabat produksi naskah akan menuntut mereka untuk berpikir kreatif, bagaimana menempatkan kamera, di mana mengatur pencahayaan, bagaimana mengatur tata suarnya, dan sebagainya. 
  3. Menjadi sarana komunikasi kerabat produksi. Penjelasannya singkat, tak akan mungkin kerabat produksi bisa mengomunikasikan pekerjaan mereka jika tanpa naskah.
  4. Menjadi acuan penyusunan jadwal kegiatan. Dalam naskah tertera lokasi pengambilan gambarnya “di mana”, waktu pengambilan gambarnya “kapan”. Dari sana akan bisa dijadwalkan berapa lama waktu pengambilan gambar dilakukan. Jika perlu adiministrasi persuratan kapan dibuat dan ke mana dikirimkan. Jika perlu perizinan khusus kapan harus diurus. Jika memerlukan properti/benda-benda yang dibutuhkan sebagai pendukung kapan harus dibeli atau disewa. Jika perlu kostum-kostum khusus kapan harus disiapkan, dan sebagainya. Itu semua perlu penjadwalan yang rapi. Apalagi jika naskah sudah dibedah dalam kegiatan rembug naskah/script conference, terutama antara penulis naskah dan sutradara akan tampak lebih detail apa saja yang harus dijadwalkan.  
  5. Menjadi acuan materi yang direkam. Penjelasan juga sangat jelas, tanpa naskah sutradara, juru kamera dan penata suara tidak tahu apa yang harus direkam.
  6. Menghindari pemborosan. Poin satu hingga lima di atas jika tidak bisa dilakukan dengan baik akan menyebabkan pemborosan waktu, tenaga, pikiran, dan paling utama adalah pemborosan dana.
Paparan berikut dapat membantu bapak/ibu dalam memahami cara penulisan naskah video pembelajaran. 

Modul 1:

Tidak ada komentar:

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger TemplatesPublished.. Blogger Templates