Senin, 08 Oktober 2018

CONTOH VIDEO PEMBELAJARAN



Video Pembelajaran untuk PAUD 

"BUAH PEPAYA"



Mohon masukan komentar untuk video di atas!
[Continue Reading]

Kamis, 04 Oktober 2018

TUGAS KELOMPOK

Kerjakan dengan berkelompok, satu kelompok maksimal 4 orang! Buatlah video pembelajaran sederhana dengan durasi kurang lebih 5 menit! Langkah-langkah pengembangan pembuatan media video harap dilakukan dengan cermat. setelah selesai upload di YouTube dan kirimkan link di bawah ini!Waktu pelaksanaan pembuatan media video selama 1minggu. 

Selamat berkarya dan yakinlah bisa!!!


gambar-emoticon-line-semangat
(sumber: suwartisite.files.wordpress.com)


[Continue Reading]

Editing Menggunakan Smartphone


Editing  video merupakan proses menyusun dan menata hasil rekaman gambar menjadi satu keutuhan berdasakan naskah. Pekerjaan editing meliputi capturing/importing, pemotongan, penggabungan, penyisipan gambar, transisi dan gambar pendukung lainnya serta pemaduan suara.
1.     Capturing/Importing
Proses memindahkan hasil rekaman gambar dari kamera ke perangkat editing dapat dilakukan dengan cara capturing/importing. Capturing dilakukan bila hasil rekaman tidak berupa file video, sedangkan importing dilakukan bila hasil rekaman berupa file video yang dapat dibaca oleh perangkat editing.
2.    Pemotongan
Proses memotong hasil rekaman gambar untuk mendapatkan hasil  potongan video yang lebih baik.
3.    Penggabungan
Penggabungan antarpotongan gambar.
4. Penyisipan
5. Pengaturan Transisi


Transisi merupakan bentuk perpindahan antarpotongan gambar untuk menjaga kontinyuitas gambar, membentuk suasana, pembeda waktu dan tempat.

(sumber: https://www.mindaart.pro)

Baca Modul berikut:





VideoTutorial Editing dengan PowerDirector

(Sumber: You tube, Rizal Melay)

[Continue Reading]

Tenik Pengambilan Gambar

Sebelum melakukan pengambilan gambar perlu terlebih dahulu dipahami istilah ukuran gambar dan pergerakan kamera. Untuk memppermudah pemahaman simak tayangan video berikut:


(Sumber: Rizki Afzal youtube)

MODUL 1:




[Continue Reading]

Naskah Video Pembelajaran


Naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik; fungsinya adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.

Definisi Naskah Video Pembelajaran 
Kata naskah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai karangan seseorang    yang belum diterbitkan (Pusat Bahasa, 2005). Dalam kaitan membahas naskah video pembelajaran,  naskah merupakan tulisan yang pada umumnya memang tidak diterbitkan dalam bentuk cetak,  kecuali sebagai contoh bahan pembelajaran cara menulis naskah. Naskah video adalah bahan baku    yang diolah menjadi sajian atau tayangan video.
Video menurut KBBI diartikan rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi (Pusat Bahasa, 2005).  Tentu bukan hal asing saat ini membicarakan video beserta teknologi perangkatnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat akhir-akhir ini memudahkan setiap orang untuk berekspresi menggunakan perekam gambar hidup. Jika dulu perangkat perekam gambar tersebut berbentuk kamera yang besar dan hanya dimiliki institusi tertentu, saat ini perekam gambar lebih kecil namun berkualitas tinggi dan hampir dimiliki setiap rumah (home using). 

 Fungsi Naskah
Naskah baik untuk video pembelajaran maupun naskah audio visual lainnya memiliki fungsi antara lain:
https://idseducation.com
  1. Memberi kemudahan dalam hal perencanaan, produksi/shooting, penyuntingan/editing, penyiaran dan pemanfaatan program. Karena semua tahapan kerja itu tanpa naskah pasti resikonya akan kacau, atau resiko lainnya semua kru yang terlibat tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
  2. Menjadi medium berpikir kreatif. Bagi penulis naskah terus akan berpikir atau mencari ide agar tulisan yang dibuatnya lebih menarik. Bagi sutradara akan berpikir kreatif bagaimana menata adegan, menata setting, dan menggambil gambar yang menarik. Bagi kru/kerabat produksi naskah akan menuntut mereka untuk berpikir kreatif, bagaimana menempatkan kamera, di mana mengatur pencahayaan, bagaimana mengatur tata suarnya, dan sebagainya. 
  3. Menjadi sarana komunikasi kerabat produksi. Penjelasannya singkat, tak akan mungkin kerabat produksi bisa mengomunikasikan pekerjaan mereka jika tanpa naskah.
  4. Menjadi acuan penyusunan jadwal kegiatan. Dalam naskah tertera lokasi pengambilan gambarnya “di mana”, waktu pengambilan gambarnya “kapan”. Dari sana akan bisa dijadwalkan berapa lama waktu pengambilan gambar dilakukan. Jika perlu adiministrasi persuratan kapan dibuat dan ke mana dikirimkan. Jika perlu perizinan khusus kapan harus diurus. Jika memerlukan properti/benda-benda yang dibutuhkan sebagai pendukung kapan harus dibeli atau disewa. Jika perlu kostum-kostum khusus kapan harus disiapkan, dan sebagainya. Itu semua perlu penjadwalan yang rapi. Apalagi jika naskah sudah dibedah dalam kegiatan rembug naskah/script conference, terutama antara penulis naskah dan sutradara akan tampak lebih detail apa saja yang harus dijadwalkan.  
  5. Menjadi acuan materi yang direkam. Penjelasan juga sangat jelas, tanpa naskah sutradara, juru kamera dan penata suara tidak tahu apa yang harus direkam.
  6. Menghindari pemborosan. Poin satu hingga lima di atas jika tidak bisa dilakukan dengan baik akan menyebabkan pemborosan waktu, tenaga, pikiran, dan paling utama adalah pemborosan dana.
Paparan berikut dapat membantu bapak/ibu dalam memahami cara penulisan naskah video pembelajaran. 

Modul 1:

[Continue Reading]

BAHASA GAMBAR


Dalam penulisan skenario terdapat banyak istilah-istilah teknis selain yang telah disebutkan sebelumnya, berikut ini adalah istilah-istilah teknis lainnya yang umum digunakan, tulisan  ini menjelaskan istilah yang sering digunakan dalam video pembelajaran. 


  1. Shot adalah bagian terkecil dalam struktur video pembelajaran. Shot adalah gambar yang muncul dilayar tanpa interupsi. Dalam sebuah karangan shot bisa diibaratkan dengan ‘kata’.
  2. Scene adalah gabungan beberapa shot yang membentuk satu urutan cerita dalam satu tempat lokasi. Namun bisa saja 1 scene hanya terdiri 1 shot, sepanjang shot tersebut membentuk satu cerita di satu lokasi.Dalam karangan scene bisa diibaratkan dengan ‘kalimat’.
  3. Sekuen adalah gabungan beberapa scene yang membentuk satu babak penceritaan. Dalam sebuah karangan sekuen bisa diibaratkan dengan paragraf. Sebagaimana kita tahu 1 karangan utuh terdiri dengan beberapa paragraf. Demikian pula 1 video pembelajaran terdiri dari beberapa sekuen.


Bahasa Video terkait ukuran gambar:
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Ukuran pengambilan gambar selalu berkaitan dengan ukuran tubuh manusia. Terdapat bermacam-macam istilah yaitu 



Long Shot / LS 
Pengambilan gambar pada jarak jauh. Biasanya untuk gambar yang harus terlihat keseluruhan.Misalnya gambar orang akan terlihat seluruh badan berikut latar belakangnya. Namun, jika tak terlalupenting jangan cantumkan LS dalam scenario karena sama seperti CU dan BCU, ini juga wewenang sutradara

Medium Shot / MS 
Adalah ukuran shot yang memperlihatkan obyek pokok lebih dekat. Latar belakang bukan lagi hal yang penting. Ketika memilih menggunakan shot ini kita seperti mau mengatakan siapakah tokoh yang sedang kita bicarakan.


Close Up (CU)
Adalah ukuran shot yang memperliatkan detil dari obyek pokok. Latar belakang sudah tidak kita bicarakan lagi. Fokus kita mengarah ke apa yang mau disampaikan tokoh kita




Untuk lebih jelas baca modul berikut:

[Continue Reading]

Rabu, 03 Oktober 2018

PRETES



[Continue Reading]

NASKAH VIDEO PEMBELAJARAN

Naskah atau disebut skenario adalah tulisan yang memuat cerita atau bahan yang akan diproduksi (shooting) yang sudah diuraikan berdasarkan urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog. Naskah atau skenario sudah mengarah pada teknik pengambilan gambar (ada komposisi gambar, sudut pengambilan gambar/angle kamera dan gerak kamera).

a. Pelajari Modul 1 berikut:


b. Pelajari Modul 2:


b. Pelajari Modul 3:





Bagaimana?...... Saya yakin Bapak/Ibu dapat memahami bagaimana membuat naskah media video pembelajaran.

Selamat Mencoba and tetap semangat!!


[Continue Reading]

GARIS BESAR ISI MEDIA dan JM

Garis Besar Isi Media (GBIM)
GBIM adalah kerangka acuhan atau petunjuk yang  dijadikan pedoman oleh para penulis naskah untuk menuangkan ide-ide pada  program media video sesuai dengan sistematika materi yang akan dikembangkan.

Jabaran Materi (JM)
Jabaran Materi (JM) adalah uraian dari pokok-pokok materi yang ada pada GBIM. Pada JM lebih menekankan pada uraian pengembangan materi yang akan disampaikan pada media.
Tidak semua yang tertuang dalam GBIM mendapatkan penafsiran yang sama pada setiap orang. Untuk mencegah terjadinya salah tafsir dan mempercepat proses pengembangan naskah perlu dibuat jabaran materi (JM). Ini lebih terasa perlunya apabila penyusun GBIM dan penulis naskah berlainan orangnya. Jabaran materi merupakan penjabaran dari GBIM yang berisi uraian garis besar isi media secara keseluruhan.

Fungsi GBIM
Untuk memudahkan penulis naskah dalam menuangkan materi atau ide-ide pada penulisan naskah berdasarkan kerangka atau pedoman yang sudah ada. GBIM diperlukan, karena tidak semua materi yang termuat dalam GBPP, kurikulum (dokumen sejenis) dapat dipindahkan ke dalam format media. Oleh karenanya sebelum membuat GBIM harus dilakukan identifikasi topik, yakni pemilihan topik-topik  yang materinya sesuai untuk disajikan ke dalam format media khususnya media audio visual.


Fungsi JM
JM digunakan  sebagai acuan oleh penulis naskah program (skenario).  JM membantu penulis naskah program untuk mengembangkan uraian  materi yang tercantum dalam GBIM dan JM ke dalam bentuk  naskah kreatif yang akan dihasilkannya. Jadi  JM sebagai pedoman penulis naskah dalam penyampaian uraian materi secara detail sehingga tidak terjadi kesalahan materi dan penyimpangan pada tujuan. Dengan jabaran materi ini  penulis naskah program mempunyai gambaran tentang uraian materi dan visual yang akan disajikan. Jabaran materi menekankan pada aspek pengembangan meteri. Pokok-pokok materi yang terdapat pada kolom GBIM dirinci pada kolom uraian materi pada JM.


Agar lebih jelas baca modul berikut ini:

[Continue Reading]

PENGANTAR

Blog Media Pendidikan merupakan Blog yang dimanfaatkan untuk pelaksanaan Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam pemanfaatan TIK pembelajaran. Materi pemanfaatan TIK pembelajaran dikemas dalam dua segmen, yaitu:
  1. Pengembangan media video pembelajaran
  2. Pemanfaatan jejaring TIK untuk pembelajaran
Adapun materi pengembangan media video pembelajaran menyangkut:
  • penyusunan garis besar isi media (GBIM)
  • penulisan naskah
  • bahasa gambar
  • pengambilan gambar, dan
  • teknik editing gambar
Pengembangan media video dalam pelatihan ini berbasis smatrphone (videografi Smartphone) sehingga peserta pelatihan dapat secara langsung menerapkan sebab sebagian besar para guru telah memiliki smartphone yang canggih. Asumsi salah bahwa dalam mengembangan/membuat media video pembelajaran memerlukan biaya besar dan peralatan yang mahal terpatahkan dalam pelatihan ini. Membuat media video tidak memerlukan biaya besar dan tidak perlu peralatan canggih dan mahal. Kreatifitass dan kemauan untuk berkarya menjadi modal berharga dalam membuat media video pembelajaran.

Materi pemanfaatan jejaring TIK untuk pembelajaran menyangkut;
  • Strategi pencarian di internet (Search Engine)
  • Blog sebagai media publikasi sekolah (berbasis Wordprees)
  • Animasi dalam media presentasi
  • Google aplication (google drive dan google form)
Pelatihan dikemas dengan menggunakan strategi blanded learning. Pada tahap pertama dilakukan secara Online dan tahap kedua secara tatap muka selama empat hari pertemuan. Pelatihan memitik beratkan pada praktek dengan prosentasi 35% dibading  65%.

Demikian pengantar pelaksanaan pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran semoga bermanfaat dalam meningkatkan kompetansi guru dalam penguassaan TIK dalam pembelajaran.

Salam.

Pengembang
[Continue Reading]
Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger TemplatesPublished.. Blogger Templates